banner 468x60

Bila bayi bersuara “grok-grok”

 balita, Bayi Sehat, Tidur
banner 468x60

 

Si kecil kerap mengeluarkan suara grok-grok. Patutkah dikhawatirkan?

Bagian dalam tubuh manusia, asal tahu saja, selalu berlendir. Jadi memang sudah dirancang untuk terus memproduksi lendir yang berfungsi membersihkan saluran pernapasan dan menangkal infeksi kuman ataupun virus dari dalam tubuh. Nah, tubuh bayi pun memproduksi lendir. Hanya saja karena refleksnya untuk mengeluarkan lendir belum baik, akibatnya jumlah lendir \”menumpuk\”. Ini wajar saja selama lendir tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas bayi (seperti makan-minumnya tetap baik, tidurnya pun bisa nyenyak), tidak muntah, dan tak ada demam. Kalau begini, tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun, beri perhatian jika suara grok-grok yang timbul terdengar begitu nyaring (terlebih saat bayi menangis). Bayi pun tampak sulit tidur dan aktivitasnya kerap terganggu (sulit makan dan minum, sering muntah, dan berat badan susah naik). Apalagi bila disertai hidung meler dan tersumbat, bersin-bersin, dan suhu tubuh meninggi. Ini biasanya disebabkan infeksi virus.

Yang perlu diketahui, pada bayi normal bunyi grok (karena adanya lendir di saluran pernapasan) akan menghilang di saat usianya menginjak satu tahun. Nah, jika di usia itu si kecil masih mengeluarkan suara grok-grok berarti ia berpotensi sebagai pengidap asma di kemudian hari. Tanda-tanda lainnya, bayi kerap mengalami keluhan pada kulit, seperti dermatitis atopik atau eksim.

PENYEBAB LENDIR BERLEBIH

Yang jelas, bukan karena tenaga medis yang kurang tuntas membersihkan lendir di mulut bayi baru lahir. Berlebihnya lendir bisa karena faktor-faktor di bawah ini:

* Alergi yang diderita bayi (bisa dipicu udara, asap, makanan, minuman dan lainnya). Jika pencetus alergi bisa diketahui, lalu bayi dijauhkan dari faktor pencetusnya itu, biasanya jumlah lendir dalam tubuh akan berangsur-angsur berkurang dengan sendirinya. Berat badan akan kembali naik, nafsu makan-minum kembali normal, tidurnya menjadi pulas, aktivitasnya juga kembali lincah.

* Infeksi virus bisa diatasi dengan memperkuat sistem imunitas bayi. Caranya beri bayi banyak ASI dan banyak istirahat. Bagi bayi di atas 6 bulan yang sudah melewati ASI eksklusif, bisa diberikan cairan lain, seperti air putih, jus dan sup. Selebihnya biarkan lendir yang bertugas membawa virus dan kotoran keluar.

TIDURKAN TENGKURAP

Berlebihnya lendir dapat membuat napas bayi terganggu dan membuatnya merasa tidak nyaman. Berikut yang dapat orangtua lakukan:

* Mencari tahu dan menjauhkan pencetusnya.

* Berikan stimulasi untuk membantu bayi mengeluarkan lendir, caranya:

* Saat tidur posisikan kepala bayi lebih tinggi dari badan.

* Posisi tidur tengkurap juga baik karena posisi saluran napas jadi lebih rendah hingga lendir pun akan turun ke arah mulut.

* Suhu dalam ruangan bayi harus hangat.

* Jika bayi tidak alergi bisa diberikan penghangat tambahan seperti minyak telon atau balsem khusus bayi, yang dibalurkan di dada, leher, dan punggungnya.

* Baik jika setiap pagi bayi dijemur di bawah sinar matahari pukul 07.0008.00, selama 10 menit. Letakkan bayi dalam posisi tengkurap lalu tepuk-tepuk punggungnya. Posisikan bayi miring ke kanan lalu ke kiri dan tepuk-tepuk dada sampingnya. Dengan cara ini biasanya dia akan \”muntah\”, bisa juga lendir luluh lalu masuk saluran pencernaan dan terbuang lewat kotoran. Tapi ingat, lakukan cara ini sebelum bayi minum-makan apa pun.

* Kalau hidung si kecil tersumbat karena kentalnya lendir, berikan tetes hidung garam fisiologis atau NaCL (yang bisa dibeli di apotek-apotek). Jika tidak mempan, bayi bisa dibawa ke klinik fisioterapi untuk menjalani terapi inhalasi. Terapi ini baik meluluhkan lendir sehingga dapat dengan mudah dikeluarkan oleh tubuh dengan cara dibatukkan, dibersinkan atau lewat feses.

* Penanganan sama untuk berlebihnya lendir yang disebabkan infeksi virus. Namun kondisi ini perlu diperiksakan ke dokter untuk memastikan infeksi apa yang menyerang si kecil.

MALAM HARI SALURAN NAPAS MENGECIL

Bayi terkadang mengalami sulit bernapas di malam hari atau di pagi hari. Perlu diketahui, saluran pernapasan manusia pada malam hari akan mengecil. Hanya derajat mengecilnya berbeda-beda. Pada orang-orang yang tidak alergi, diameter mengecilnya saluran pernapasan tidak sampai 10%. Sedangkan yang alergi lebih dari itu. Namun tak perlu panik, karena akan reda dengan sendirinya seiring menghangatnya suhu lingkungan.

Gazali Solahuddin. Ilustrator Pugoeh

Narasumber:

dr. Bambang Supriyatno, SpA(K)
dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, Jakarta

banner 468x60

Author: 

Related Posts

3 Responses

  1. anggiDecember 4, 2010 at 10:45 am

    dr. bambang,

    anak sy umur 6 bulan dgn BB 9,1kg ( BB naik terus dr awal). Bayi saya nafasnya grok grok seperti ada lendir di saluran nafasnya dan sp umur 6 bulan blm hilang juga.
    anak sy sudah minum SUFOR umur 5 bulan yaitu S26…yg ingin sy tanyakan apakah anak sy alergi susu sapi dok ? kalo iya sufor apa yg hrs dikonsumsi anak saya ? ( apakah HA ) baik utk mengobati alergi anak saya.

    Terimakasih dokter

  2. yulieJanuary 12, 2011 at 4:52 pm

    Dr Bambang,
    anak saya baru berusia 40 hari, anak saya sudah minum susu formula karena ASI saya hanya sedikit, sekarang anak saya nafasnya grok grok dan kadang kalau minum susu dibotol suka terdengar bunyi ngik ngik……….
    saya sering merasa kasihan apalagi saat tidur kadang suka tersedak lendirnya…. yang saya ingin tanyakan bagaimana mengatasinya?????? perlukah anak saya diterapi inhalasi??

  3. dianApril 4, 2011 at 3:58 pm

    dr bambang,
    anak saya berumur 4 bulan dok, saat dilahirkan anak saya hanya menangis tertahan tidak seperti bayi yang lain.selama ini dia jarang sekali menangis hingga bersuara nyarinng, saat umur seminggu sudah ada suara grok-grok. saat minum juga…sudah saya priksakan kata nya tidak apa2 hanya alergi dingin, banyak orang bilang kalo waktu dilahirkan lendirnya tidak bersih dibersihkannya,karena pada saat itu ketuban saya pecah dulu.

Leave a Reply